Indonesia Website Awards

Pengumpulan dan Penyajian Data

Pengantar

Data sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan data yang jelas, tindakan yang diambil menjadi lebih jelas. Agar data lebih informatif, mudah dibaca, dan mudah dipahami diperlukan penyajian/penataan data yang berbentuk tabel dan diagram. Artikel ini membahas tentang pengumpulan dan penyajian data.

Pengumpulan Data

Data dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.  Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan, misalnya pendapatan rata-rata per bulan, jumlah penduduk, dan jumlah anak tiap keluarga. Sedangkan data kualitatif adalah data yang bukan berupa angka atau bilangan, misalnya tingkat ekonomi, jenis pekerjaan, dan jenis kelamin.
Data kuantitatif terdiri atas data diskrit dan data kontinu. Data diskrit adalah data yang diperoleh dengan membilang, mencacah, atau menghitung, misalnya data jumlah siswa di suatu sekolah, dan data jumlah penduduk. Data kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur, misalnya data tinggi badan dan data berat badan. 

Data adalah sesuatu yang dapat memberikan gambaran tentang suatu kedaan atau persoalan. Jangkauan = data terbesar - data terkecil


Penyajian Data

Data tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi harus disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dibaca atau dimengerti oleh pengguna data. Penyajian data dapat dilakukan menggunakan tabel atau diagram.

Penyajian Data Menggunakan Tabel

Tabel Frekuensi Data Tunggal

Perhatikan contoh berikut.
Pada sensus penduduk suatu desa didapatkan data jumlah anak yang dimiliki oleh tiap keluarga sebagai berikut.

1    4    3    4    5    4    3    6    1    2
2    3    2    4    1    6    5    3    4    3
4    4    5    4    4    4    6    5    4    4
2    4    3    3    2    4    2    3    4    1

Bagaimana menyajikan data di atas agar lebih mudah dipahami? Agar lebih mdah dipahami, data tersebut disajikan dalam tabel frekuensi data tunggal. Pada tabel frekuensi data tunggal, tiap-tiap baris pada kolom nilai atau data hanya memuat satu nilai atau data hanya memuat satu nilai atau data. Tabel dibagi menjadi 3 kolom. Kolom pertama adalah datanya. Kolom kedua adalah turus, yaitu cara mencacah data menggunakan simbol | setiap menemukan data yang bersesuaian dengan data yang diperoleh. Kolom ketiga adalah frekuensi yaitu jumlah turus atau simbol | pada data tertentu.
Berikut adalah tabel frekuensi data tunggal yang dibuat berdasarkan data di atas. 
Tabel 1. Jumlah Anak yang Dimiliki Tiap Keluarga
Jumlah Anak Turus Frekuensi
1 |||| 4
2 |||| | 6
3 |||| ||| 8
4 |||| |||| |||| 15
5 |||| 4
6 ||| 3
Jumlah 40

Penyajian data dalam bentuk tabel dinamakan distribusi frekuensi data tunggal.

Tabel Frekuensi Data Berkelompok

Perhatikan contoh berikut.
Nilai ulangan matematika siswa kelas VII suatu SMP adalah sebagai berikut.

44    54    85    92    73    99    91    96    74
75    70    57    83    49    57    52    64    73
82    90    70    89    91    67    52    64    73
82    59    65    79    82    89    53    52    50

Dari data terlihat bahwa nilai tertiggi dan nilai terendah mempunyai range (jangkauan) yang besar, yaitu $99-44=55$. Jika data tersebut disajikan menggunakan tabel frekuensi data tunggal menjadi tidak praktis. Untuk menyajikan data dengan range yang besar, maka perlu disajikan menggunakan pengelompokkan data. Pada tabel frekuensi data bekelompok, tiap-tiap baris pada kolom nilai atau data memuat beberapa nilai atau data.
Tabel 2. Nilai Ulangan Matematika Siswa Kelas VII
Nilai Turus Frekuensi
44 - 51 ||| 3
52 - 59 |||| ||| 8
60 - 67 |||| 4
68 - 75 |||| | 6
76 - 83 |||| 5
84 - 91 |||| || 7
92 - 99 ||| 3
Jumlah 36

Beberapa istilah  dalam pembuatan tabel frekuensi data yang dikelompokkan adalah sebagai berikut.
  1. Kelas interval : pengelompokkan bebrapa nilai atau data.
  2. Banyak kelas interval : banyakya pengelompokkan dari seluruh data atau nilai yang ada
  3. Panjang interval : banyaknya data pada suatu kelas interval. Panjang interval untuk semua kelas interval pada suatu tabel harus sama.
Berdasarkan hal tersebut, maka tabel frekuensi di atas memiliki:
  1. banyak kelas interval (pengelompokkan) = 7.
  2. panjang kelas interval (banyak data pada satu interval) = 8.
Catatan:

1. Pada penyajian data dalam bentuk tabel frekuensi data yang dikelompokkan, data terkecil dan terbesar harus masuk dalam kelas interval.
2. Banyak kelas interval dapat ditentukan menggunakan aturan Sturgess, yaitu banyak kelas interval = 1 + 3,3 log n, dengan n adalah banyak data.

Penyajian data berkelompok dalam  bentuk tabel dinamakan distribusi frekuensi data berkelompok. 

Penyajian Data Menggunakan Diagram

Selain menggunakan tabel, data dapat disajikan menggunakan diagram, yaitu: dagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran. Selain itu ada juga diagram lambang atau piktogram.

Diagram Batang

Untuk membuat diagram batang diperlukan sumbu mendatar dan sumbu tegak yang berpotongan tegak lurus. Sumbu mendatar (horizontal) menunjukkan jenis kategoriya, sedangkan sumbu tegak (vertikal) menujukkan frekuensiny. Skala sumbu mendatar tidak harus sama dengan skala sumbu tegak. Letak batang yang satu dengan yang lain dibuat terpisah. Perhatikan contoh berikut.
Tabel di bawah ini menunjukkan nama siswa dengan nilai rata-rata ujian matematika di suatu sekolah.
Nama Siswa Nilai Rata-rata
Abdi 65
Andi 85
Bayu 70
Cindi 80
Clara 60
Diva 90
Dari data tersebut, kita akan membuat diagram batangnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
  1. Tulis judulnya
  2. Tulis kategori pada sumbu horizontal.
  3. Tulis frekuensi jumlah siswa pada sumbu vertikal.
  4. Pilih interval yang cocok dan lengkap skalanya.
  5. Gambar batang yang sesuai untuk tiap kategori.
Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kita peroleh diagram batang seperti berikut.

Nilai ujian 
Diagram Batang vertikal

Diagram batang adalah diagram yang menyajikan data dalam bentuk batang-batang. Tiap batang lebarnya sama, sedangkan tinggi batang menyatakan frekuensi dari data yang bersangkutan. Letak batang yang satu dengan yang lain dibuat terpisah.

Diagram Lingkaran

Penyajian data juga dapat dilakukan dengan menggunakan lingkaran. Daerah lingkaran menggambarkan keseluruhan data. Data disajikan dengan menggunakan juring atau sektor, di mana besar sudut pusat dari juring sesuai dengan perbandingan setiap data terhadap keseluruhan data. Perhatikan contoh berikut.
Kelas VII sebuah SMP memiliki 60 siswa. Tiap siswa wajib memilih satu jenis kegiatan ekstrakurikuer. Adapun datanya adalah 15 siswa memilih basket, 17 siswa memilih voli, 24 siswa memilih PMR (Palang Merah Remaja), dan 4 siswa memilih pramuka. Buatlah diagram lingkaran dari pemilihan ekstrakurikuler siswa tersebut.
Penyelesaian.
Sebelum membuat diagram lingkaran, kita mencari sudut pusat untuk tiap juring terlebih dahulu.
Jenis Ekstrakurikuler Frekuensi Persentase Besar Sudut Pusat
Basket 15 $\frac{15}{60}\times 100$%=25% $\frac{15}{60}\times 360^\circ=90^\circ$
Voli 17 $\frac{17}{60}\times 100$%=28,3% $\frac{17}{60}\times 360^\circ=102^\circ$
PMR 24 $\frac{24}{60}\times 100$%=40% $\frac{24}{60}\times 360^\circ=144^\circ$
Pramuka 4 $\frac{4}{60}\times 100$%=6,7% $\frac{15}{60}\times 360^\circ=90^\circ$
Jumlah 60
Diagram lingkarannya tampak seperti gambar berikut.
Diagram lingkaran di geogebra


Diagram Garis

Piktogram

Mau donasi lewat mana?

Paypal
Bank Rakyat Indonesia - An. Aan Triono / Rek : 0357-01-132169-50-3
Traktir saya minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas. Terima kasih.
https://blog.choipanwendy.com